TRIMAKASIH SEKALI BAGI YANG SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA INI,DAN MOHON MA'AF SEKALI KARENA ADA SEBAGIAN ARTIKEL YANG SAYA BACA DARI BERBAGAI SUMBER SAYA COPAS DI BLOG SAYA INI,DAN BUKAN MAKSUD SAYA UNTUK MEMBAJAK ARTIKEL-ARTIKET DARI PARA NARA SUMBER...SAYA HANYA INGIN MENYIMPAN NYA UNTUK TUJUAN BELAJAR&KEBAIKAN..

Senin, 05 Desember 2011

My Best Friends........


Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?.. Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.........
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian. Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”..
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan..

Minggu, 04 Desember 2011

Waktuku Saat ini ............

"Kegelapan akan tersibak,
maka janganlah engkau merasa takut
Fajar pasti menyingsing..
dengan pijar-pijar cahayanya yang menawan"

Apa manfaatnya menangis meratap-ratap,
Menyiksa diri, dan apa juga manfaatnya dari mengingat peristiwa-peristiwa yang telah berlalu yang semua itu hanya menambah kepedihan hati ? segalanya telah berakhir dan tidak akan mungkin bisa terenggut dan kembali ke masa itu lagi.....

Seandainya masa itu masih bisa terulang lagi, waktu bisa berputar kembali lagi, dan kita bisa menggapai lagi apa yang telah terjadi pada masa lalu, pasti kita akan berbondong-bondong mendatanginya... hanya berandai-andai..
kenyataannya, itu semua MUSTAHIL!!!!!!!!!

Maka dari itu, kerahkanlah segenap kemampuan kita hari ini untuk melakukan hal-hal yang terbaik, karena hari ini adalah pembayaran atas hutang di hari kemarin , hutang yang harus di bayar untuk mendapatkan kesempurnaan...


Lupakanlah masa lalu, karena ia tidak akan pernah kembali, janganlah menangisi kegagalan dan perih di masa lalu. yang harus kita lakukan adalah belajarlah dari kegagalan itu.

Kita tidak tau berapa lama lagi kita hidup,, jangan buang hari, waktu dan fikiranmu untuk meratapi semua kepedihan masa lalu itu...

bukan hanya kita yang pernah mengalami kepedihan, tetapi masih banyak saudara-saudara
kita yang mengalami kepedihan yang sangat menyedihkan...

.... Di setiap tempat, engkau pasti menemukan kegelapan...
karena itu, nyalakanlah pelita di dalam dirimu....

AKU TIDAK MALU......

semua kehidupan itu sangatlah sulit untuk dipertanyakan...... apakah ada esok hari jawaban yang bisa membahagiakan hati ....dan apakah ada jawaban yang bisa menyakitkan hati ......semua sungguh tidak tau apa yang akan terjadi nanti......dan hanya jalannya waktu entah kemana kaki ini melangkah....dan biarlah waktu yang akan menjawab nya....

SYUKURILLAH......

PERMATA HATI......

TA MAU KEILANGAN MU.....

SEBUAH KEHIDUPAN ........

Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.

Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

 Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.

Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian 
 terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.

Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.

INI PUN AKAN BERLALU..

GELISAH.......

Kenapa hanya calon......


g tau kenapa mesti ini yg mesti aku alami....
umie sabar ea......nur pasti akan pulang segera.......bukan hnya calon yang umie dapat nantinya.....tapi menntu mie.....
insya allah mie......

Kebersamaan Yang Berakhir Perpisahan......

Usia istri Yudi masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yudi waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.
Istrinya Yudi cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.
Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya


 Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..
Yudi bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.
Namun Yudi tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Yah, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat 

 dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Ayah” . sebagai panggilan mesra.
“kenapa Mi ?” Yudi agak panik “Semua terlihat kabur.”
Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya…
Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…
Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yudi sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.


 “Yah, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…
Yudi mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline.
Akhirnya Yudi mengalah.
Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yudi langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Yah, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”
“Orang sakit itu berat penderitaannya Yah. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah.


 Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yudi menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone.
Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Yah, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarang pun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”


 “Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yudi menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yudi mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”
“Nggak usah, Yah. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat.
Yudi mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.
“Mi, maaf. Bukannya Ayah nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Ayah sibuk merawat Ummi.”
“Ummi nggak marah kok, yah. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok yah.”
”Oh iya Mi, Ayah beli obat untuk Ummi dulu ya…??” 


 Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian.
Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.
“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak.
“Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.
Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasan pun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yudi melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah
katapun dari bibirnya.

“Ayah, kalau Ummi meninggal, apa Ayah akan mendoakan Ummi?”
“Pasti Mi… Pasti Ayah mendoakan yang terbaik untuk Ummi.”
Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Yah”
“Pasti Ummi”
“Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yudi membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah,

 lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yudi langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan.
Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu.
Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???”
“Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

 Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yudi saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits :

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir 

 bagaikan air yang mengalir dari mulut guci.


Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga.

Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka

 akan bertanya:

“Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah)


“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana”

Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yudi........